Informasi Umum BIDIKMISI 2019



Tahun ini, kuota penerima Bidikmisi naik 50% hingga mencapai 130.000 orang dan ditambah juga kuota untuk penyandang disabilitas.

Bidikmisi merupakan bantuan biaya pendidikan dari pemerintah bagi lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat, yang mempunyai potensi akademik baik tetapi memiliki keterbatasan ekonomi.

Prof Ismunandar, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Ditjen Belmawa) Kemenristekdikti dalam acara konferensi pers Senin (14/1/2019) menjelaskan, tahun ini kuota Bidikmisi ditingkatkan menjadi 130.000 penerima.

Selain itu, Bidikmisi diberikan juga untuk Program Profesi Guru (PPG), selain profesi dokter, dokter gigi, dokter hewan, ners dan apoteker yang telah berjalan.

Melansir dari akun Twitter Ditjen Belmawa, Ismunandar juga mengungkapkan bahwa kuota untuk mahasiswa disabilitas juga akan ditambah.

Adapun integrasi datanya akan dilakukan menggunakan pangkalan data Kementerian Sosial dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ads



Ismunandar berharap, progam Bidikmisi tahun 2019 ini dapat memberi kesempatan bagi generasi muda untuk dapat belajar hingga pendidikan tinggi dan pada akhirnya bisa memutus rantai kemiskinan.

"Kami berharap Program Bidikmisi di tahun 2019 dapat berjalan lebih baik, terus memberi asa generasi muda cerdas Indonesia dari seluruh pelosok negeri untuk menggapai pendidikan tinggi memutus mata rantai kemiskinan untuk Indonesia yang lebih sejahtera di masa depan,” ungkap Ismunandar.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diketahui tentang beasiswa Bidikmisi, mulai dari persyaratan, fasilitas, hingga proses pendaftarannya, seperti dilansir dari laman resmi Bidikmisi:
Apa saja syarat pendaftaran bidikmisi 2019 ?
Persyaratan Penerima BIDIKMISI

Persyaratan untuk mendaftar tahun 2018 adalah sebagai berikut:

1. Siswa SMA/SMK/MA atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2019;

2. Lulusan tahun 2018 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing-masing perguruan tinggi;

3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;

4. Tidak mampu secara ekonomi dengan kriteria:

Siswa penerima Beasiswa Siswa Miskin (BSM) atau Pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau sejenisnya; atau
Pendapatan kotor gabungan orang Tua/Wali (suami istri) maksimal sebesar Rp4.000.000,00 per bulan dan atau pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga maksimal Rp750.000,00 setiap bulannya.
5. Pendidikan orang Tua/Wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4;

6. Memiliki potensi akademik baik berdasarkan rekomendasi objektif dan akurat dari Kepala Sekolah;

7. Pendaftar difasilitasi untuk memilih salah satu diantara PTN atau PTS dengan ketentuan:

a. PTN dengan pilihan seleksi masuk:

Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN);
Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTPN);
Seleksi mandiri PTN.
Politeknik, UT, dan Institut Seni dan Budaya
PTS sesuai dengan pilihan seleksi masuk.





Fasilitas bagi penerima bidikmisi



Apakah Bidikmisi Gratis ?
Bidikmisi memberikan fasilitas pembiayaan sebagai berikut Pendaftaran Bidikmisi tidak dikenakan biaya Bidikmisi membebaskan biaya pendaftaran SNMPTN, SBMPTN dan seleksi lokal(mandiri) pada salah 1 PT Jaminan biaya hidup sementara dan transportasi dari daerah asal (khusus untuk yang direkrut sebelum menjadi mahasiswa) Bebas biaya pendidikan yang dibayarkan kepada perguruan tinggi Subsidi biaya hidup sesedikitnya Rp650.000 / bulan yang disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di masing masing wilayah Jika ada pihak pihak yang memungut biaya pada calon pendaftar, pendaftar, atau penerima Bidikmisi diluar ketentuan tersebut bisa melapor ke bidikmisi@dikti.go.id

Jangka Waktu

- Program Sarjana maksimal 8 semester

- Program Profesi dokter maksimal 4 semester

- Dokter gigi maksimal 4 semester

- Dokter hewan maksimal 4 semester

- Ners maksimal 2 semester

- Apoteker maksimal 2 semester



Tata Cara dan Tahapan Pendaftaran Bidikmisi




Ads


Pendaftaran Bidikmisi dilakukan secara online melalui laman Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) di laman https://ltmpt.ac.id/ atau bisa juga di laman Bidikmisi (https://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id/).

Bagi siswa pemegang KIP dapat langsung mendaftar secara mandiri di laman LPMT atau Bidikmisi.

Sedangkan untuk siswa bukan penerima KIP mendaftar ke sekolah terlebih dahulu untuk direkomendasikan.

Selanjutnya, pendaftaran Bidikmisi oleh sekolah adalah sebagai berikut:

- Bila sudah memiliki Kode Akses Sekolah langsung merekomendasikan masing-masing siswa melalui laman Bidikmisi menggunakan kombinasi NPSN dan NISN

- Bagi yang belum memiliki Kode Akses Sekolah mendaftarkan terlebih dahulu sebagai institusi pemberi rekomendasi di laman Bidikmisi, dengan melampirkan hasil pindaian lampiran 1 bagian persetujuan dan tanda tangan. Selanjutnya, Ditjen Belmawa akan memverifikasi pendaftaran sekolah dan mengeluarkan Kode Akses Sekolah (1 x 24 jam pada hari dan jam kerja).

- Sekolah memberikan nomor pendaftaran dan kode akses kepada siswa yang sudah direkomendasikan.

- Siswa mendaftar melalui laman Bidikmisi dan menyelesaikan semua tahapan dalam sistem pendaftaran.

- Bagi calon mahasiswa penerima Bidikmisi yang telah dinyatakan diterima di perguruan tinggi, selanjutnya akan dilakukan verifikasi dengan mempertimbangkan dokumen pendukung, untuk melihat layak atau tidaknya untuk menerima beasiswa.