Eksotika Skala Fahrenheit

Salah satu besaran pokok dalam fisika adalah suhu yang memiliki satuan Kelvin dalam SI. Selain satuan Kelvin satuan suhu yang lainnya adalah celcius, reamur, dan Fahrenheit. Jika satuan celcius dan reamur  orang (siswa) masih menoleransi terhadap pilihan angka yang diberikan oleh kedua ilmuwan yang menemukan skala tersebut, sedangkan satuan Kelvin (ada factor -273) juga masih dianggap wajar dikarenakan memang skala Kelvin adalah skala mutlak yang melalui percobaan didapatkan angka demikian. Nah !! Tapi yang terakhir ini nih, skala Fahrenheit yang selalu menjadi kontroversi dikalangan para siswa khususnya anak smp dan mungkin sebagian anak sma yang sedang meniti karir mencari kebenaran ilmu alam, hehe. Dikarenakan pilihan angka yang ganjil (titik lebur es 32o dan titik didih air 212oF) dan selalu membingungkan ketika melakukan konversi suhu dari/ke Fahrenheit ke/dari celcius atau yang lainnya, karena kadang siswa bingung harus dikurangi atau ditambah dulu dengan angka 32. Mengapa pak Fahrenheit memilih angka yang menyulitkan seperti itu. Kadang tidak sedikt siswa yang jika bingung mempelajari ilmu secara tidak sadar menyalahkan ilmuwan zaman dulu  siapa sih yang menemukan rumus ini?, atau siapa sih yang menemukan ilmu ini ? , buat bingung generasi sekarang saja! bahkan ada yang mengatakan  kenapa sih orang dulu menemukan fisika?, menambah-nambahi kerepotan saja. Semoga pembaca yang budiman tidak termasuk golongan orang-orang tersebut, yaitu golongan orang-orang yang merugi. Lalu bagaimana sih ceritanya Gabriel Fahrenhrenheit menemukan skala thermometer yang kontroverisal tersebut?
fahrenheit

Penentuan Skala Termometer 

Sejak zaman dahulu alat untuk mengukur suhu sudah ada namun belum diberi skala. Pada tahun 1714 Fahrenheit membuat thermometer yang terdiri atas tabung kaca yang diberi raksa. Raksa dipilih karena warnanya yang indah, mengkilap, dan mudah dilihat saat terjadi pemuaian dan penyusutan akibat perubahan suhu sekitarnya. Kemudian ia ingin memberikan skala (angka-angka) pada thermometer tersebut agar orang lebih mudah membandingkan suhu yang diukurnya. Para sejarawan sebenarnya masih berdebat mengenai jalan pikiran Fahrenheit tentang pemilihan besar skala ini, namun salah satu versi cerita berikut mungkin masuk akal.
Pertama ia berpendapata bahwa lingkaran memiliki 360 tahapan atau 360 derajat, maka ia ingin memakai angka 360 tahapan pada skala yang ia buat untuk rentang air yang membeku dan air mendidih. Namun 360 derajat akan menyebabkan rentang antar tiap derajatnya terlalu kecil, maka ia sebagai gantinya ia memilih 180 derajat (360 dibagi 2). Langkah selanjutnya adalah menetapkan batas skalanya, apakah antara 0-180, 180-360, atau 32-212 (karena 212-32=180), nah disinilah ia mulai berulah!.  Ia memasukkan thermometer tersebut ke dalam campuaran yang paling dingin yang dapat dibuatnya, yaitu campuran antara es dan amonium khlorida dan menetapkan skala pada suhu tersebut sebagai titik nolnya. Kemudian thermometer tersebut digunakan untuk mengukur suhu badan dan ia sebagai manusia  ingin suhu badan manusia berada pada skala seratus (100oF atau lebih tepatnya sekarang diketahui suhu badan normal adalah 98,6oF).
Sesudah itu thermometer dimasukkan ke dalam campuran es dan air, disitu ia melihat suhu es yang mencaiar berada 32 derajat lebih tinggi dari suhu temperature nol campurannya. Dari situ ia menetapka suhu es yang melebur adalah 32 derajat pada skala fahrenhheit. Maka skala air yang sedang mendidih haruslah 180 derajat lebih tinggi yaitu 32+180=212 derajat pada skala Fahrenheit.

Suhu Badan Normal 98,6o

Mungkin ada beberapa pembaca yang bertanya suhu badan normal 98,6oF dibulatkan menjadi 100oF bukankah itu terlalu memaksa? Ya, kita tahu bahwa suhu badan normal menurut dokter adalah 37oC yang jika diubah menjadi skala Fahrenheit adlah 98,6. Namun suhu badan manusia sebenarnya berubah-ubah sedikit dalam sehari, dalam sebulan (untuk wanita) dan tergantung  metabolisme. Kalau 100oF diubah menjadi celcius akan menunjukkan angka 37,7 derajat.

Konversi Suhu Fahrenheit-Celcius 

Dalam konversi suhu Fahrenheit-celcius kiranya masih ada yang bingung tentang angka 32 yang dikurung-kurung ditambah dulu atau dikali atu dikurang dulu seperti yang diajarkan di sekolah-sekolah formal, yang mungkin masih bingung atau lupa, pakgurufisika menawarkan cara lain :

  • Untuk konversi suhu celcius ke Fahrenheit  : tambahkan 40 kalikan 1,8(atau kali 9/5) lalu kurangi 40
  • Untuk konversi suhu fahrenhheit ke celcius : tambahkan 40 bagi 1,8(atau kali 5/9) lalu kurangi 40.


Dengan cara ini kadang kita tidak bingung harus dikurang 32 atau ditambah 32 dulu, karena polanya sama, yaitu pasti ditambah dulu lalu hasilnya dikurangi dengan angka yang sama yaitu 40.
  • Sebagai contoh : 86oF berapa celcius ?

  • Contoh lagi, 20 derajat celcius berapa Fahrenheit?


Yang dimana keduanya menghasilkan jawaban yang sama. Lalu angka 40 itu darimana? Apakah 40 itu terinspirasi dari angka keramat seperti 40 hari pada beberapa kepercayaan keagamaan? Tentu saja tidak. 40 itu dikarenakan celcius dan Fahrenheit berada pada angka yang sama pada skala -40 derajat artinya -40 derajat Fahrenheit sama dengan -40 derajat celcius.
demikian artikle yang bisa saya berikan semoga bermanfaat, terus stalker yah ^_^
  • Sumber : Robert L walke. 2004.kalo Einstein lagi cukuran, ngobrolin apa ya?. jakarta :PT GRAMEDIA pustaka utama.